Skip to main content

How Great (Funny) is Our God

Thanks Jesus, aku percaya Engkau tau apa yang terbaik untukku dan Engkau takkan memberiku sesuatu yang tidak dapat aku handle karena Engkau terlalu mengenal aku.

Terus kenapa post title nya "How Great (Funny) is Our God" ?

Jawaban nya adalah.....

Honestly, aku tuh berencana resign di tahun ini tepatnya setelah setahun bekerja di kantor aku ini.

Why ?

Karena.... ada alasan yang sifatnya personal. masih banyak rencana, harapan dan kerinduan yang ingin aku raih di luar sana. Aku si perfectionist ini ingin sekali semua nya berjalan sesuai dengan planning-ku. Aku ingin bisa rehat dari dunia kerja then I want to take language Course and choosing to back to university life again, and aku si pemimpi ini memiliki rasa optimis bahwa segala sesuatu nya pasti akan lebih menyenangkan ketika aku meninggalkan semua "proses yang Tuhan beri." Proses yang aku lalui tidaklah mudah. Proses pembentukan yang Tuhan izinkan terjadi tidak semudah ketika proses belajar main hp, tidak semudah ketika aku mengucapkan "aku pasti bisa melalui proses ini." Yup, lelah membuatku menyerah melalui proses ini dan aku yang lemah ini selalu kalah. Aku menyerah, aku ingin bebas dari prosesNya Tuhan, aku ga nyaman dengan semuanya ! Sungguh :(

Tetapi... Yesus merubah segalanya. Dia menutup semua jalan yang ingin aku pilih. Dia yang memilihkan jalan untukku. KehendakNya menyatakan bahwa aku masih harus berada di sini, kehendakNya menyatakan bahwa Dia percaya aku mampu melalui "proses" ini. Aku berfikir bahwa Tuhan itu unik. PikiranNya tidak dapat kita pahami, pekerjaanNya tidak dapat kita selami oleh keterbatasan kita. Tuhan itu lucu. Aku merasa apa yang sangat aku mau tidak pernah mungkin aku dapatkan, apa yang sangat aku inginkan tidak pernah Dia beri kesempatan untuk aku mewujudkannya. Seakan semua kerinduan yang aku miliki tidak sesuai dengan kehendakNya. Hmmm bukan seperti itu maksudnya, aku hanya berfikir bahwa apa yang aku mau mungkin bisa aku dapatkan tapi tidak dalam waktu yang ideal menurutku (yaitu resign setelah kontrak kerjaku selesai), tetapi ideal menurut waktuNya Tuhan. Perasaan tawar hati kembali muncul, tapi dengan kasihNya Tuhan memberiku "pesan cinta." Dia ingin aku tetap memandangNya, tetap percaya padaNya, tetap percaya pada setiap perbuatanNya. Dia meraih tanganku ketika aku menyerah, Dia yang turun tangan ketika aku benar-benar merasa tidak sanggup.

Tanpa aku sadar aku sudah mulai ragu dengan kado terindah yang akan Tuhan berikan dibalik proses yang Tuhan ajarkan ini. Aku tidak ingat bahwa "rencana indah Tuhan" itu akan mendatangkan kebaikan bagi setiap kita. Aku melupakan kasih karuniaNya yang telah berulang kali Dia nyatakan lewat setiap perkara yang Tuhan izinkan untuk aku alami. Berulang kali jatuh, berulang kali Tuhan pegang erat tanganku. Yup! aku mengimani... aku mungkin jatuh tetapi tidak sampai tergeletak karena sebelum aku jatuh tergeletak, Tuhanlah yang akan meraih tanganku. Mungkin pertolongan Tuhan seakan terlambat, tetapi tepat menurut waktuNya. Mungkin Ia tidak langsung membuatku bisa langsung bangkit berdiri, tetapi Ia membuatku nyaman dalam gendonganNya. Aku akan berada digendonganNya, sementara Dia yang akan melalui semua badai yang menerpa untukku, hanya Dia yang sanggup melakukanNya. Aku yakin dan percaya bahwa apa yang telah aku lalui, itu bukanlah aku melainkan Dia yang memberikan kekuatan kepadaKu :) So, akhirnya bisa ditebak, aku memutuskan untuk berdamai dengan Tuhan, berdamai dengan keadaan yang sekarang dimana ini bukan keadaan yang aku mau. Aku mau resign tapi Tuhan mengatakan, "belum saatnya." :)

Ketika aku berdiam, Tuhan bekerja....

Hari itu, saat aku dipanggil oleh managerku, aku sama sekali tidak tahu mengenai apa yang akan manager aku sampaikan. Aku hanya menurut mengikutinya. Berawal dari mengatakan bahwa aku sudah menjadi karyawan tetap karena aku sudah selesai kontrak, membahas mengenai kenaikan gajiku lalu sampailah pada topik yang sebenarnya adalah tujuan utama dia memanggil aku. Managerku bertanya perihal kesediaan aku untuk dipindahkan ke bagian cost accounting.

fyi, jadi pada saat itu, "costing senior di salah satu brand akan resign dan managerku sedang mencarikan calon penggantinya and aku bukanlah orang pertama yang dipanggil untuk membicarakan hal tsb. Sebelum aku sudah ada 2 orang yang ditanyai hal yang sama. 1 orang yang aku tahu adalah teman se-peer aku di finance, sedangkan yang 1 lagi dari bagian accounting.

beberapa hari sebelumnya, teman se-peer aku menceritakan hal ini....

aku lupa persisnya kata tiap kata yang dia katakan, tetapi intinya dia mengatakan bahwa "dia merasa Tuhan menjawab doanya karena beberapa hari sebelumnya dia berdoa karena dia merasa di M*P ini bukanlah tempatnya, tapi dia bingung harus kemana. Oleh sebab itu, dalam doanya dia meminta Tuhan agar memberikan petunjuk apa yang harus dia lakukan, stay di M*P atau memulai untuk mencari pekerjaan yang baru."

lalu dia bertanya padaku,
"kalo kamu jadi aku, kamu mau ambil kesempatan ini ga ?"

karena aku sudah bertekad ingin resign, yah aku katakan,
"kalo aku jadi kamu yah aku ambil, tapi kalo itu pertanyaan ditanya ke aku sih, aku gamau"

"kenapa gamau ? trus kenapa kalo jadi aku kamu mau ambil ?"

"kan aku emang mau resign, jadi better aku ga ambil kan nanti pas mau resign takut ga dikasih karena alasan baru dipindahin ke costing"

ga lama dia mengatakan sesuatu,
"hmmm sebenarnya aku mau aja sih kan seperti yang si bapak (re: manager aku) bilang, aku tuh orangnya cepat belajar, gampang beradaptasi, trus nanti kan di costing dapat pelajaran baru lagi."

"yaudah kamu bilang aja nanti sama pak ***** kalau kamu mau dipindahin"

"aku tuh tadi kepikiran sih mau bilang, 'oke pak aku mau dipindahin tapi aku coba dulu 3 bulan, kalo emang nanti aku ga bisa ngikutin, aku balik lagi ke finance.' gitu"

apa hal yang dapat disimpulkan dari pembicaraan tsb ?
secara logika aku menangkapnya adalah... dia memang mau dan bersedia untuk dipindahin ke costing, tetapi yang aku bingung kenapa pada saat manager aku menawarkan hal tsb dia malah kaya "gamau" karena menurut pengakuannya (ketika managerku menawarkan kepadanya) dari awal sampai akhir dia secara tegas mengatakan bahwa dia gamau untuk dipindahin ke costing. Aneh, kenapa harus membohongi diri sendiri ??

oke balik lagi saat aku dipanggil managerku

Saat temanku dari awal sampai akhir bilang engga mau dipindahin, yaudah aku melakukan hal yang sama juga. Beberapa kali aku menggelengkan kepala dan berkata "gamau pak, aku ga bisa" (aku merasa, ga mungkin kan aku bilang bahwa alasan aku sebenarnya adalah aku mau resign  karena sampai detik inipun aku masih belum tau mau kemana dan apa yang benar-benar akan aku lakukan setelah aku resign. Toh, aku sudah mau berdamai sama Tuhan, kalo memang belum saat nya aku resign, aku belum akan resign :( even aku sangat menginginkannya). Akhirnya, sesudah perbincangan yang cukup "alot" dengan managerku, aku kembali ke meja kerjaku masih dengan pikiran yang dipenuhi perkataan managerku. Di satu sisi aku bersyukur karena managerku mempercayai aku, di satu sisi aku benar-benar tak habis pikir dengan "pekerjaan" Tuhan.

Setelah aku kembali ke meja kerjaku, tak berapa lama managerku menelepon "calon senior-ku di costing" untuk memberitahu bahwa managerku sudah mendapatkan orang untuk di bagian costing. Taraaaaa ga berapa lama, mulailah suasana jadi "sedikit ramai" dengan berbagai pertanyaan buat aku, "kok bisa kamu yang ke pilih ? gimana ceritanya ?" "si bapak ada bilang apa ? soalnya aku bingung kamu uda ga ada di tempat duduk kamu, tau-tau aku liat kamu di tempat bapak. Si bapak kok gitu manggil kamu ga ngomong dulu ke aku" "kamu emang jawab apa sampai akhirnya kamu yang dipindahin?" "kok kamu mau dipindahin ?" semua pertanyaan tsb aku jawab dengan respon : tersenyum tanpa dosa, karena aku juga ga ngerti kenapa akhirnya jadi aku yang dipindahin ? aku kan ga menjawab penawaran managerku dengan jawaban tegas bahwa aku mau dipindahin ke costing. "aku juga gatau karena aku juga udah bilang ga mau, cuma tadi terakhir, si pak ***** ada bilang kalo aku harus lebih PD, trus aku jawab "oke pak untuk kepercayaan dirinya" aku bilang kaya gitu." lalu suasana kembali berisik lagi deh. "yah itu sih sama aja, kan supaya lebih PD, yah itu pindah ke costing maksudnya." "makanya harusnya dari awal bilang engga terus sampai akhir tuh kaya si ****** dia jawab engga engga terus akhirnya ga jadi dia yang dipindahin ke costing."

Hmmmm, ditengah situasi yang sebenarnya agak rumit sih buatku. Aku berjanji berdamai dengan apa yang Tuhan kehendaki, then aku dapat info dari manager aku bahwa aku ada kenaikan gaji dan kenaikan gaji tsb cukup signifikan menurutku, jadi aku merasa better aku tunda dulu resign nya karena kan ga enak baru dipercaya dengan mendapat kenaikan gaji, masa iya aku langsung submit resign :( even aku memang punya rencana resign sebelum kenaikan gaji tsb. Pikiran sederhanaku menyimpulkan bahwa "mungkin ini rencana Tuhan tutup semua jalanku, aku naik gaji :) hahahahha terlalu dangkal memang. Taraaaaaaaaa aku salah besar, Tuhan menahanku disini yah bukan karena gajiku naik tapi Tuhan mempunyai rencana untuk memindahkanku ke costing :) no longer finance staff :) itu baru aku sadari setelah aku kembali merenung.

22nd October 2014, Yup! Today is my first day as cost accounting staff. Bersyukur sama Tuhan sebab Ia baik. Dia membuat rencana yang baik bagiku dikala aku bersih keras ingin resign dari tempat ini, Dia memberiku kesempatan "yang tadinya aku pikir ga akan bisa aku raih di tempat ini", Dia memberiku kesempatan untuk mempelajari sesuatu yang baru, ilmu baru, pengetahuan baru :) aku suka belajar :) aku ga mau jadi orang bodoh yang "mengerjakan sesuatu tapi tidak menerapkan ilmu yang sudah aku peroleh." aku jadi ingat kata-kata managerku ketika aku lagi magang di salah satu KAP big four :) Beliau mengatakan bahwa,"orang bisa sukses itu karena 2 hal, yang pertama karena dia memiliki cukup pengetahuan dan pemahaman, yang kedua karena adanya kesempatan untuk dia berkembang." Aku tidak mengatakan bahwa aku "memiliki cukup pengetahuan dan pemahaman", bukan. Justru sebaliknya, aku belum memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup sehingga aku masih butuh banyak belajar, tapi sayangnya aku merasa aku ga punya kesempatan untuk hal tsb, mengingat perlakuan "2 spv financeku" aku semakin merasa bahwa memang tidak ada satu orangpun di sini yang akan memberiku kesempatan untuk berkembang. Aku terlalu dibatasi untuk bergerak, pekerjaan yang aku kerjakan hanya "pekerjaan itu-itu saja" dan yang lebih membuatku sedih adalah.... ketika adanya anggapan bahwa "pekerjaan yang aku kerjakan hanyalah pekerjaan kecil yang siapapun bisa mengerjakannya." Tetapi tanpa mereka sadari bahwa pekerjaan tsb memiliki kuantitas yang lebih banyak, that's why aku merasa ga berguna jika terus menghabiskan waktuku yang sangat berharga hanya untuk terus melulu melakukan pekerjaan tsb. Alasan itulah yang semakin menguatkan keyakinan aku bahwa "di sini bukan tempatku seharusnya berada." *sok tau!!*

Aku selalu bawa dalam doa keinginan aku yang mau resign ini. Selalu. Sampai aku lelah sendiri hahahhaha lelah antara aku harus menghadapi kenyataan yang ga sesuai harapan dan lelah karena seperti tak ada perubahan :( Tapiiiii keadaan memang tidak berubah, aku tetap belum resign juga, tapi satu hal yang berubah aku berjanji sama Tuhan bahwa aku mau berdamai dengan keadaan ini, mau ikut rencana Tuhan. Tuhan ubah hati aku. Sambil dalam hati aku menyemangati diriku sendiri,"semangat rii ! Tuhan tidak pernah gagal." Lucunya lagi, saat aku memang ingin ingin resign, aku selalu berdoa sama Tuhan, "Tuhan aku mau resign... aku mau pekerjaan baru :( aku mau pekerjaan baru."

Triiiiiing! sekarang waktunya... Dia menjawab doaku, aku benar-benar mendapat pekerjaan baru. Yup! pekerjaan baru sebagai Cost Accounting bukan Finance Staff lagi. Hahahhaha How Great (Funny) is Our God!!! *nulis ini sambil kembali mengingat kejadiannya dan sambil senyum senyum sendiri*

Ketika aku menyadari semuanya, aku sempat tertawa. "Ah Tuhan, Kau suka bercanda. Aku memang ingin pekerjaan baru sih tapi maksudnya... aku mau pindah kantor ga mau kerja di sini lagi :(" Tapi Tuhan ga salah sih, kan aku berdoanya bilang mau pekerjaan baru, yah Tuhan kasih aku pekerjaan baru. That's it. :( Tinggallah aku yang meratapi nasib karena ternyata Tuhan masih ingin aku bertahan di tempat ini. Menurut Dia, masih banyak mujizat yang akan dia tunjukkan melalui aku :) Dia mau pakai aku untuk menyatakan kemulianNya. Masih banyak yang ingin Tuhan ajarkan untukku. Amin.


Moral Lessons :
  • Berdoa harus jelas kata, detail dan sesuai dengan apa maksudnya kita
  • Berdoa harus disertai dengan keyakinan, harus dengan IMAN
  • Ketika keadaan dan realita tak sesuai harapan, jangan menyalahi Tuhan melainkan "Berdamailah dengan Tuhan, berdamailah dengan situasi yang ada"
  • Datanglah kepada Tuhan dengan sikap rendah hati, jangan bersikap seolah kita yang paling tau akan apa yang seharusnya terjadi
  • Jangan khawatir, Tuhan akan menggunakan siapa saja untuk menolong kita di waktu yang tepat
  • Jangan pernah menolak ajaran dan didikan Tuhan karena dibalik semua itu Tuhan ingin mempersiapkan kita

Comments

Popular Posts

Bagi Tuhan tak ada yang mustahil ❤

Hey hey :) 

Tonight, I want to tell you about one song that He use to remind me. Whoaaaa lagi-lagi Dia menggunakan lagu ini untuk menguatkanku. Thank you, Jesus ❤
So, ini lagu yang liriknya super istimewa hihihi.
BagiTuhantak ada yang mustahil (by Sari Simorangkir) ku yakin saat Kau berfirman
ku menang saat Kau bertindak
hidupku hanya ditentukan oleh perkataanMu ku aman karna Kau menjaga
ku kuat karna Kau menopang
hidupku hanya ditentukan oleh kuasaMu Reff :
bagi Tuhan tak ada yang mustahil
bagi Tuhan tak ada yang tak mungkin
mujizatNya disediakan bagiku
ku diangkat dan dipulihkanNya ku yakin saat Kau berfirman
ku menang saat Kau bertindak
hidupku hanya ditentukan oleh perkataanMu ku aman karna Kau menjaga
ku kuat karna Kau menopang
hidupku hanya ditentukan oleh kuasaMu BacktoReff
Entah udah berapa kali, aku rapuh, lelah dan rasanya ingin menyerah namun Jesus selalu menguatkan aku. Yup! Dia selalu mengingatkan aku bahwa aku ga bisa hanya mengandalkan kekuatanku sendiri. Saat ini, aku merasa bah…

Cara Tuhan Menenangkanku

Hey hey hey 😆
Hari ini aku mau sharing tentang cara ajaib Tuhan menenangkanku. Ini sungguh-sungguh terjadi. Aku aja masih amazed. Begitu banyak cara Tuhan untuk berkomunikasi sama kita, melalui beragam cara. Bahkan aku percaya demi menjadi alatNya untuk menebar kesaksian tentang betapa Tuhan sungguh baik, Tuhan mengizinkanku mengalami setiap peristiwa dan juga menolong dengan cara yang ajaib. Tuhan pakai aku untuk memberitakan kesaksian di hidupku. Aku tau Tuhan menaruh kerinduan ini di hatiku untuk selalu menyampaikan tentangNya melalui hobby menulisku. Jujur, awal nya aku kesulitan untuk menulis di blog dengan thema yang aku pilih ini karena aku mau tulisanku murni karyaku. Mungkin yang mengalami langsung bukan aku saja melainkan orang-orang terdekatku yang penting hasil tulisanku selalu murni tulisanku sendiri. Tuhan selalu tau aku memang kesulitan cari topik untuk keperluan menulisku banyak sih sebenar nya dan semua berujung di draft yang belum aku selesaikan wkwkwk tapi Tuhan l…

Hidup Kudus :)

Hello ! super long time no see. tonight, i feel like i have to share about something which is so important to you all people out there *banyak gaya* hahahaha.
hmmmm, tadi *barusan tepatnya* aku googling tentang renungan harian kristen dan i got this message tentang betapa pentingnya kita menjaga arti sebuah "kepercayaan", betapa sangat berharganya arti kepercayaan yang diberikan orang lain kepada kita dan masalahnya adalah betapa sulit kita mempercayai orang sekarang ini. bahkan ibaratnya, jauh lebih susah mencari orang yang bisa dipercaya daripada mencari orang yang tidak bisa dipercaya. mencari orang yang bisa dipercaya sama sulitnya dengan menjaga kepercayaan itu sendiri.
I think, kepercayaan itu sama dengan kekudusan, sesuatu yang sangat sakral. kepercayaan menjadi layaknya barang langka. oleh karena itu, kehadirannya sangat berharga.
kepercayaan = kekudusan. what the mean ? 

Jika berbicara tentang kekudusan, tentu yang terlintas dipikiran kita adalah &quo…